Tampilkan postingan dengan label Sunni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunni. Tampilkan semua postingan

Suriah Akan Gelar Pilpres di Tengah Perang Saudara

05.00 Add Comment
Liputan6.com, Damaskus- Suriah, negeri yang dilanda perang saudara tak berujung, bakal menggelar pemilihan presiden (pilpres) untuk menentukan pemimpinnya yang baru.

Pemilu tersebut bakal digelar pada 3 Juni 2014 mendatang di tengah serangan persenjataan militer antara pasukan pemerintah dan kelompok oposisi.
Presiden Bashar al-Assad yang sudah menjabat 2 kali masa pemerintahan sejak tahun 2000 dikabarkan akan kembali mencalonkan diri menuju kursi Suriah1.

"Pemilihan umum presiden Republik Arab Suriah akan dilaksanakan pada 3 Juni dari pukul 07.00 hingga 19.00," kata juru bicara parlemen Muhammad al-Lahham, seperti dimuat Al-Arabiya, Selasa (22/4/2014).

Namun langkah ini ditentang pihak oposisi. Aktivis oposisi Ahmad Alqusair menuding Assad menyelenggarakan pemilu di tengah-tengah penderitaan rakyat Suriah.
Sebagian besar warga yang berpihak pada oposisi mengungsi ke luar negeri. Jadi kemungkinan besar hanya pendukung Assad yang bakal memilih. "Ketika kita sedang diblokade dan tidak bisa makan roti, bagaimana bisa memilih," ujar Ahmad, seperti dimuat BBC.

Penolakan pemilu juga dilayangkan oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon. Dia mengutuk keras pelaksanaan pilpres di Suriah, sebab bila hal itu terjadi, upaya perdamaian bisa gagal.
"Ini bisa menggagalkan upaya untuk mengakhiri perang saudara 3 tahun yang telah menewaskan 150 ribu orang," ujar Ban.

Amerika Serikat dan Uni Eropa juga menentang pemilu Suriah. Pihak Barat menyebut penyelenggaran pemilu di negara Timur Tengah itu sebagai 'parodi demokrasi'. "Dengan masih adanya rezim pembantaian," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.

Sekitar 150 ribu orang tewas dalam perang yang terjadi sejak Maret 2011 itu. Sekitar 2,6 juta orang lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga. Krisis itu juga menelantarkan lebih dari 6,5 juta orang di dalam negeri.

Presiden Bashar al-Assad berkuasa sejak tahun 2000, menggantikan ayahnya, Hafez al-Assad yang meninggal dunia. Hafez telah memerintah Suriah selama hampir 30 tahun sejak 1971.

Bashar al-Assad meraih masa jabatan kedua pada tahun 2007 dengan perolehan 97 persen suara dalam pemilu yang diboikot oleh oposisi, di mana ia menjadi satu-satunya calon dalam surat suara.
Kepada mantan Perdana Menteri Rusia Sergei Stepashin, Assad mengatakan, pihaknya akan menghentikan serangan militer ke oposisi pada akhir 2014. Perang saudara dijanjikan akan berakhir akhir tahun ini.

Presiden Suriah Nyatakan Perang Selesai Akhir 2014

04.59 Add Comment
Liputan6.com, Damaskus- Lebih dari 3 tahun pertempuran antara pihak pemeritnah dan oposisi berkecamuk di Suriah. Korban jiwa terus berjatuhan. Pengungsi pun kian bertambah. Kapan perang saudara ini akan berakhir?

Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan perang saudara yang terjadi di negaranya akan segera berakhir pada akhir tahun ini, 2014. Hal tersebut disampaikan mantan Perdana Menteri Rusia Sergei Stepashin setelah berbincang secara langsung dengan Assad.

Sergei yang merupakan Perdana Menteri di bawah pemerintah Presiden Boris Yeltsin itu mengatakan, Assad mengaku ingin menghentikan pertempuran dengan pihak oposisi yang Presiden Suriah itu sebut sebagai teroris.

"Saat saya tanya bagaimana langkah militer pemerintah, Assad mengatakan, 'tahun ini aksi militer di Suriah akan berakhir. Kami akan menghentikan apa yang selama ini kita lakukan, yakni perang melawan teroris'," jelas Sergei, seperti dimuat Reuters, Selasa (8/4/2014).

Rusia selama ini dikenal sebagai sahabat pemerintah Suriah dalam pertempuran dengan oposisi di tanah Timur Tengah tersebut. Selain dialog soal perang, Sergei juga mengaku telah berdiskusi soal perekonomian negara.

Perang Suriah terjadi sejak Maret 2011. Berdasarkan data terbaru dari  Syrian Observatory for Human Rights yang dirilis 1 April 2014, jumlah korban tewas mencapai 150.344 orang.

Belasan ratusan ribu korban tewas terdiri dari 51.212 warga sipil termasuk sekitar 7.985 anak-anak; 37.781 anggota oposisi bersenjata yang tewas dalam kecamuk perang, termasuk jihadis, kelompok bersenjata dari Negara Islam Irak dan Mediterania Timur, dan Front Al-Nusra kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Kemudian 58.480 orang pasukan pemerintah, termasuk lebih dari 35.000 tentara. 364 anggota gerakan Hizbulah Lebanon juga tewas dalam konflik Suriah. Sementara 2.871 orang lainnya belum diketahui identitasnya. 

Dia Dulu Penghujat Sahabat Dan Istri Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam Kini Beliau Pembela Sahabat Radhiallahu’anhum [Siapa Lagi Menyusul ?]

00.31 Add Comment
Marja Syiah, mashur dikalangan ulama ulama Syiah, tak asing lagi di mata pemuja syiah, kemudian hatinya luluh dalam petunjuk-Nya setelah menelaah kitab kitab yang pernah dimakinya, membandingkan dengan kitab kitab pujannya Pangkatnya sebagai “ayatullah” [ Orang yang berbicara atas nama Allah] , panutan dan rujukan para ulama ulama Syiah, turut andil dalam berbagai penyesatan umat, akhirnya bosan hidup dalam kubangan dosa, hiruk pikuk kemunafikan dan kekafiran yang merupakan baju kebesaran Syiah, dicampakkan begitu saja. Meninggalkan pangkat kebesaran yang diberikan kepadanya, meninggalkan keluarga, semua kerabat, handai taulan dan orang orang tersayangnya, karena panggilan kebenaran yang datang memintanya kembali kejalan-Nya.
Syaikh Al'Allaamah Abu 'Ali Husain Al-Muayyid hafidzhahullah, mulanya dengan baju berkabungnya [warna hitam], yang menjadi ciri khas tokoh Syiah yang tak pernah bahagia, karena kematian Husain, selamanya dengan mengenakan baju berkabung, tak henti menyiram duka, membesar besarkan Husain yang sudah tiada, layaknya gereja yang memuja Isa [yesus] tuhan yang disalib di padang derita, tak henti didengungkan penganutnya, kaum Lata dan Uzza. Begitu dulu predikatnya “ Ayatullah Ali Husain Al Musayyid, berkalang dosa dilakukannya, sebagai tokoh Syiah yang memiliki kuasa penuh menentukan nasib umatnya, bawahannya yang rata rata dungu, taqlid buta. Jutaan dollar dana khumus [yang diambil secara haram oleh Syiah] ditelan dengan bangga, berpesta pora dengan mut’ah dan maksiat lainnya.
Kini dalam genggaman kebenaran, nama kebesaran yang pernah disandangnya, predikat tertinggi untuk ulama ulama Jakfariyah atau Imamiyah dilepas dari tubuhnya, bak sobekan kertas yang tak berharga. Beliau tidak berkabung lagi sebagaimana tokoh tokoh Syiah yang senantiasa berkabung dalam duka sepanjang masa. Kenangan kenengan mut’ah tak lagi menjadi indah, kendati penuh dengan senda gurau dan canda cinta birahi belaka. Tawa tawa gadis liar dilingkunganya tak lagi terdengar, matanya hanya menatap ayat ayat Allah, lidahnya basah dengan istighfar dan jantungnya berdenyut kencang, karena takut azab-Nya.
“Subhanallah Syaikh Al'Allaamah Abu 'Ali Husain Al-Muayyid hafidzhahullah, kembali kepangkuan Islam, menembangkan iman yang sebenarnya Iman, mengais Syahadat akan kebesaran Tuhan, tanpa ada lagi keraguan menerima Islam. Hanya Islam yang benar. Derai air mata mengalir dipipinya, membuktikan tobatnya yang ikhlas, hatinya terpaut mesra dengan kekasih-Nya Allah subhana Wata’ala, yang memberikan hidayah, sehingga kembali kepangkuan Islam, membangun kekuatan Iman yang sirna, dengan meninggalkan kemusyrikan dalam dunia Syiah yang sesat dan menyesatkan.
“Allahu Akbar”, dia tidak lagi dengan The satanic verses yang menuang bencana bagi kehidupan beragama. Al Quran di dadanya mengendalikannya keluar dari kobaran api neraka yang berwajah surga dunia. Meninggalkan silaunya harta yang berkalang salah dan dosa, sambil melafatkan tobat yang senantiasa menyingsing dari bibirnya yang bercumbu bahagia dengan petunjuk Allah dan sunah nabinya, tak terngiang lagi nyanyian setan yang berguman diluar sana, karena beliau ada bukan untuk tiada, tetapi kalaupun harus mati, hanya membawa kalimat Islam yang pernah di makinya. Tiada Tuhan Selain Alllah, dan Muhammad hamba-Nya dan Utusan-Nya.
Semoga Allah selalu bersamanya, mengawalnya hingga kelak kembali kehadiratnya. Sementara di petak petak dunia arab, dari Bahrain, Kwait , ahwaz dan Saudi, ada 100.000 orang Syiah kembali kepangkuan Islam, meninggalkan agama jejadian yang diproduk oleh ulama Persia yang bertuhan “Dewa Matahari” dengan 12 murid sucinya dari agama Mitra yang pernah lahir lima ribu tahun sebelum Mesihi.
100.000 orang Syiah yang kembali kepangkuan Islam itu kini dalam pembinaan ulama ulama ternama sunni, agar imannya tetap terjaga dan terpelihara. Hati mereka dibersihkan dari puing puing berhala Syiah yang pernah disembahnya.” Laahaulaa, walaa quwwata Illaa Billah”
Da’i Kuwait yang kondang, Syaikh Usman al-Khamis menegaskan bahwa sejumlah besar dari Syiah itsnay asyriyyah mulai meninggalkan syiah berpindah ke ahlussunnah waljama’ah. Syekh al-Khamis berkata: ucapan ini berasal dari hasil sensus yang valid bagi kita di Mabarrah al-Aal wal-Ashhabdi Kuwait, dengan bekerja sama dengan para da’i dan para penuntut ilmu di Saudi, Bahrain dan negara-negara teluk lainnya.
Al-Khamis menambahkan: sesungguhnya jumlah orang Kuwait yang meninggalkan syiah menuju sunnah mencapai 400 orang, di Saudi 4000 orang, di Bahrain 700 orang, di Ahwaz (Arabistan, yang dicaplok Iran) berjumlah seratus ribu syiah (100.000) meninggalkan madzhab syiah menjadi ahlu sunnah waljamaah, di tengah Iran bahkan di Teheran puluhan orang syiah bertaubat menjadi ahlussunnah. Bahkan di Irak ada ratusan syiah yang secara sembunyi-sembunyi menjadi ahlussunnah tidak berani menampakkan diri karena takut milisi-milisi syiah yang biasa menteror dan membunuh.
Adapun yang berpindah menjadi ahlusunnah dan tidak berani membuka diri maka kata al-Khamis: jumlah mereka lebih dari tiga ribu orang di Saudi, 400 di Kuwait, dan 1200 orang di Bahrain, dan ribuan di daerah ahwaz (Arab jajahan Iran). Angka-angka ini diumumkan oleh al-Khamis dalam ceramahnya yang disampaikan dalam Ahadiyyah Muhammad al-Jabr al-Rasyid di Riyad, dengan judul mengapa sektarian? (Limadza al-Thaifiyyah?) yang menfokuskan tentang pentingnya mendakwahi syiah agar berubah menjadi ahlusunnah waljamaah