Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Mereka Menanti Kita

Mereka Menanti Kita

08.36 Add Comment
Mereka_Menanti_kitaDr. Abdurrahman Sumaith (15 Oktober 1947 – 15 Agustus 2013), seorang dai dari Kuwait, pernah merasa sedih hingga meneteskan air mata. Penyebabnya, suatu ketika beliau pergi ke suatu daerah di pedalaman Afrika. Alhamdulillah banyak penduduk di sana yang masuk islam melalui perantaraan beliau.
Setelah masuk islam, para mualaf itu lantas menangisi orang tua mereka yang telah wafat dalam keadaan memeluk agama selain islam. Mereka berkata, “Kemanakah kalian wahai kaum muslimin? Mengapa kalian datang terlambat? Kemana kalian selama ini?” Kata-kata ini membuat beliau menangis lantaran menyesali keterlambatan dakwah beliau di desa tersebut. Tokoh yang selama 29 tahun, engan izin Allah, berhasil mengislamkan 11 juta orang di Benua Afrika itu merasa bertanggung jawab atas mereka yang wafat dalam kondisi kufur.
Itulah sepenggal kisah yang dinukil oleh penulis buku ini. Melalui artikel berjudul “Mereka Menanti Kita”, penulis mengingatkan dan mengajak kaum Muslimin bajwa berdakwah merupakan tugas setiap Muslim. Penulis yang juga seorang dai keliling Indonesia dan setiap tahun selama beberapa bulan berkhidmat di Jeddah, Arab Saudi, menegaskan bahwa berdakwah bukan hanya kewajiban dai, ustadz, atau orang-orang yang paham agama. Konotasi dakwah tidak hanya terbatas pada majelis taklim.
Dakwah seharusnya menjadi komitmen setiap Muslim untuk menyebarkan Islam kepada orang-orang terdekatnya dan menyebar ke lingkungannya. Buku ini berisi tentang kisah nyata yang menggugah dan kumpulan mutiara nasehat. Melalui bukunya penulis berupaya menyemangati kaum Muslimin agar selalu optimis dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat. Ia berupaya memotivasi kaum Muslimin agar lebih sungguh-sungguh dalam menggapai hidayah bagi orang lain, serta berusaha semaksimal mungkin mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk pulang ke negeri akhirat.
Hal itu ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sabda Beliau, ‘Sesungguhnya yang akan kembali kepada orang yang beriman dari amal dan kebaikannya setelah ia wafat adalah ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak shaleh yang ia tinggalkan, mushaf Alquran yang ia wakafkan, masjid yang ia bangun, rumah yang ia bangun untuk perantau, sungai (air) yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari hartanya saat ia sehat dan masih hidup, (pahala seluruh amal dan kebaikan itu) akan sampai kepadanya setelah ia wafat.” (HR Ibnu Majah)
Secara keseluruhan buku tersebut memuat tujuh artikel yang sebagian besar ditulis oleh penyusun saat berada di Jeddah, Jumadil Akhir – Dzulqa’dah 1434 H (Maret – September 2013). Artikel pertama berjudul “Jalan Lurus” tentang makna doa memohon jalan lurus. Kedua, “Orang-orang yang Paling Merugi”, berisi makna surah al-Kahfi ayat 103. Berikutnya, “Jadilah Dokter, Bukan Hakim” yang bertutur tentang cara berdakwah dengan bijaksana dan sikap penyayang saat mengharap hidayah bagi semua orang.
Artikel keempat berjudul “Tidak Ada Daya dan Kekuatan Kecuali dengan Pertolongan Allah”. Artikel kelima, “Kisah Amar Bugis”, yang penuh inspirasi dan hikmah. Berikutnya, “Bahaya Ambisi terhadap Kehormatan”, dan ditutup dengan artikel ketujuh berjudul “Mereka Menanti Kita”

Tips Sukses Ala Pebisnis Muda Nan Cantik

07.03 Add Comment
Jika kita berbicara tentang Tenaga Kerja Wanita kita di luar negeri, barangkali yang sering terdengar adalah kabar yang kurang menyenangkan. 
Namun, ternyata tidak semua Tenaka kerja wanita kita bernasib kurang baik di negara lain. Ada salah satu warna negara Indonesia yang justru berhasil menjadi pengusaha di luar negeri, tepatnya di Singapura. Ia bahkan dinobatkan sebagai milioner di usia muda oleh majalah di Singapura. 
Siapakah dia? Ialah Merry Riana.
Barangkali tidak akan ada yang mengira bahwa seorang mahasiswa yang dulunya sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekarang menjelma menjadi seorang motivator tingkat dunia, motivator wanita no.1 di Asia. Itulah Merry Riana. Di usianya yang masih muda, Merry Riana telah merasakan sukses baik dari segi finansial maupun sosial.
Semua kisahnya berawal dari saat ia berulang tahun di usia 20 tahun. Merry memiliki mimpi untuk menjadi orang sukses sebelum usia 30 tahun. Baik sukses secara karier maupun secara financial. Padahal, di usia 20 tahun itu, ia sedang dilanda kesulitan keuangan yang sangat parah. Namun, ia percaya bahwa siapapun berhak bermimpi. 
Ia melakukan banyak hal untuk mewujudkan mimpi besarnya ini. Mimpi Merry Dalam kurun waktu satu tahun setelah dia bekerja, tepatnya di usia 23 tahun, Merry mendapatkan penghasilan 220.000 dollar Singapura sebagai seorang sales. Jika di rupiahkan, jumlahnya sekitar Rp 1,5 miliar. 
Kemudian, saat ia berusiah 24 tahun, tahun 2004, Merry Riana mendirikan perusahaan dengan nama Merry Riana Organization (MRO) di Singapura. Dua tahun berikutnya pada tahun 2006, saat usianya menginjak 26 tahun, merry Riana berhasil mendapatkan total penghasilan sebesar 1 juta dollar Singapura, atau sekitar Rp 7 miliar.
Akan tetapi, dalam proses mewujudkan mimpinya, Merry Riana sempat ditentang oleh orangtuanya. Alasannya karena menjadi seorang professional atau karyawan itu lebih aman daripada menjadi seorang wiraswasta atau pengusaha. Apalagi saat itu Merry baru saja lulus kuliah, masih sangat muda, dan belum memiliki banyak pengalaman. 
Namun, Merry Riana tetap keukeuh dengan apa yang menjadi impiannya. 
Akhirnya, terjadilah kesepakatan. Orangtua Merry Riana memberikan waktu selama 3 bulan kepadanya untuk membuktikan kalau apa yang ia kerjakan itu menghasilkan.  Sebagai konsekuensinya, kalau dalam tiga bulan tidak berhasil, Merry Riana akan mengikuti apapun keinginan orangtua. Tapi kalau berhasil, dia dipersilahkan untuk melanjutkan apa yang ia impikan. 
Saat awal-awal memulai bisnis di Singapura bersama kekasihnya, Merry Riana tidak malu untuk terjun langsung ke lapangan, menawarkan produknya kepada setiap orang yang lewat, dan membagi-bagikan brosur. Ditolak dan dicemooh oleh orang-orang sudah menjadi makanan sehari-harinya.

Tim bisnishack.com sedang berfoto dengan Merry Riana

Merry Riana memiliki prinsip bahwa bekerja bukan untuk gengsi dan gaya. Ia bekerja untuk berjuang demi mewujudkan mimpinya. 
Sekarang, di usianya yang menginjak umur 34 tahun, ia memiliki mimpi untuk menginspirasi lebih banyak orang supaya bisa berhasil meraih mimpi mereka.
Nah, apa kiat-kiats sukses Merry Riana sehingga bisa berhasil mencapai apa yang ia impikan? Berikut ini bisnishack sajikan untuk Anda :
1. Dare To Big Dream
Berani bermimpi besar adalah syarat utama untuk menjadi sukses. Bermimpi itu ibarat tujuan dari apa yang kita lakukan. Jika kita tidak tahu kita mau kemana, maka kita tidak akan sampai ke tempat yang ingin kita tuju. Itulah impian. 
Tidak ada sekolah yang mengajarkan tentang keberanian, kitalah yang harus melakukannya. Keberanian itu bukan untuk dipelajari, tapi di lakukan. Keberanian harus datang dari dalam. Mimpi itu gratis, maka beranilah bermimpi besar.

2. Pay Now, Play Later
Tidak ada makaan siang gratis. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bahwa untuk meraih sesuatu yang luar biasa, kita juga harus melakukan sesuatu yang luar biasa juga. Lakukan apa yang tidak dilakukan oleh orang lain, maka Anda akan mendapatkan apa yang tidak didapatkan oleh orang lain.
Ada harga yang harus dibayar jika kita ingin menggapai impian kita. Pay Now, Play Later. Dan kita tidak harus membayar dengan uang saja. Kerja keras, kerja cerdas juga kita perlukan untuk hal ini. Itulah pay no, play later.  Selama yang Anda lakukan masih dalam track yang benar dan jelas, maka mengapa harus menunda-nunda? Bukankah kita tidak punya banyak waktu lagi untuk mewujudkan impian kita? 
Masa-masa muda adalah masa emas kita untuk mewujudkan apa yang kita impikan. Disaat muda, kita masih kuat dan sehat dan kalau kita gagal, kita tidak terlalu memperdulikannya karena kita juga masih belajat. 
3. Change Perspective
Salah satu cara untuk maju adalah merubah cara pandang kita terhadap diri sendiri, maupun terhadap apa yang ada diluar diri kita. Apapun yang kita pandang, lihatlah dari perspective yang berbeda. Lebarkan cara pandang kita, jangan hanya satu cara pandang saja. 
Sebagai contoh, kata “IMPOSSIBLE”. Jika kita hanya memandang dari satu pandangan, maka kata “IMPOSSIBLE” diartikan “Tidak Mungkin”, tapi jika kita lihat dari perspective berbeda, bisa menjadi “I.M.POSSIBLE” yang artinya “Aku Mungkin / Aku Bisa”. 
Nah, itu tadi adalah salah satu cara pandang yang akan bisa membantu kita dalam memfilter segala sesuatu supaya lebih positif. 
Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya kita terlalu sering berkata 'tapi saya hanya anak lemah', 'tapi saya ber-IQ dibawah 46', 'tapi saya hanya...', dll. Kita harus bisa bilang 'Justru itu, saya harus banyak belajar lagi,” dan lain sebagainya.
Intinya, cara pandang kita harus diubah dari yang negative menjadi positif. Kalo biasanya kita memandang ke bagian A, coba cari pandangan yang lain.
4. Be Your Best Self

Selama yang terbaik masih mungkin kita raih, kenapa harus bertahan dengan yang baik?  Jangan menjadi diri anda saja, tapi jadilah yang terbaik bagi diri Anda. Don’t Be Your Self, but Be Your Best Self. Teruslah untuk belajar dan tumbuh setiap harinya. Segala keputusan yang kita ambil adalah tanggungjawab kita, maka ambillah keputusan yang bisa membuat kita lebih banyak belajar dan lebih memajukan kita dan orang lain juga. 
5. Be Possible
Saya harus bisa, saya pasti bisa. Itulah kalimat singkat yang akan sangat membantu kita dalam usaha untuk selalu berpikir positif. Terkadang dalam perjalanan meraih mimpi kita, banyak hal-hal yang terjadi di luar kendali kita. Apapun itu, tetaplah gunakan akal sehat kita. Jika segala sesuatunya masih mungkin, meskipun sulit, tetaplah berpikir bahwa hal itu masih sangat mungkin. Sehingga segala bentuk doktrinasi positif pada diri kita akan terbangun. Kita lebih baik gagal dalam perjuangan meraih cita-cita daripada gagal tanpa pernah tahu rasanya berjuang mweujudkan mimpi.
6. Faith
Salah satu komponen yang sangat penting dalam meraih mimpi adalah beriman kepada Tuhan kita. Karena tanpa iman, kesuksesan kita tidak akan bertahan lama. Tanpa iman, kita akan mudah sombong dan besar kepala, lupa kalau Tuhan juga turut andil dalam mewujudkan apa yang menjadi impian kita. Kalau sudah sombong, ketika kesuksesan itu pergi lagi, dan kita jatuh lagi, maka kita akan susah untuk bangkit lagi karena kita tidak beriman. Dengan beriman kepada Tuhan, kita akan senantiasa terjaga dari bahaya dan Tuhan akan selalu melindungi kita dari apapun.
7. Be Grateful
Setelah melakukan enam hal tadi, kiat terakhir yang bisa kita lakukan adalah bersyukur dengan apapun yang telah kita raih dan kita miliki. Dengan bersyukur berarti kita menghargai kehidupan kita. Dengan bersyukur, hati kita akan lebih bisa menerima dan menjadi banyak energy. Kita akan lebih disayang oleh Tuhan. 
Maka, syukurilah apa yang kita hadapi saat ini, apa yang kita miliki, dan apa yang kita jalani saat ini. Dengan bersyukur, kita akan lebih mudah untuk bahagia.

Source : anonymous
Dalam Ramai , Ku rasakan Sepi

Dalam Ramai , Ku rasakan Sepi

18.58 Add Comment
rame sepi 

Ilustrasi “Dalam keadaan ramai ia merasa kesepian”


Satu petuah indah yang saya dapatkan dari seorang yang bijak, yang selalu sabar dalam melaksanakan tugas-tugas kesehariannya. Ia adalah bapak dari 5 anak. Abu Haqqan, namanya.

Ia editor film-film action Indonesia sebelum ia bekerja di pesantren ini, namun 3 tahun tahun terakhir ini Allah telah menunjukkan arahnya menuju agama islam yang kaffah (sempurna) dan berusaha mengabdikan diri untuk pesantren…

Hari ini… Saya bercerita kepada beliau tentang kesepian dan rasa hampa yang saya rasakan di tempat kerja, karena menghandle pesantren seorang diri, berat dan butuh pengorbanan kuat. Awal yang sangat menyulitkan bagi saya.

Ia pun mengatakan suatu ucapan yang tak akan saya lupakan “Akhi, betapa banyak orang yang hidup ditengah keramaian namun Ia merasa kesepian dan kesedihan. Dan betapa banyak orang yang hidup sebatang kara dan di kurung di dalam jeruji penjara, Ia merasa bahagia dan selalu berkarya…. Bahkan Ia bisa menghasilkan banyak karya dengan kesendiriannya, menulis kitab seperti para ulama..dsb”

Bagi saya kalimat itu adalah pecutan untuk terus maju dan bersemangat dalam segala keadaan. Karena keberhasilan seseorang ada di tangan nya, Allah akan mengubahnya jika Ia mau berubah….

Sobat…. Keep Your Spirit!!!

By : Aboe Syuja 

Mahkota permata dari Musa Al-Hafidz

20.16 Add Comment
Musa adalah anak yang luar biasa. Di umurnya yang baru menginjak 5 tahun 10 bulan ia sudah hafal 29 Juz..
Subhanallah... Semoga video ini menginspirasi para orang tua ataupun calon orang tua untuk mendidik anak kesayangannya menjadi seperti apa yang sudah dicontoh oleh Hafidz Musa ini...
Amin.... Yaa Rabbal 'Aalamiiin


Putri Amien Rais VS Jokowi

00.19 Add Comment
JAKARTA, KOMPAS.com — Putri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia, membuat surat terbuka untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi). Seperti sikap ayahnya, Tasniem menolak pencapresan Jokowi dan mendukung capres Prabowo Subianto.

Dalam surat terbukannya itu, Tasniem banyak memberi pertanyaan kepada Jokowi. Di akhir pertanyaan, ia meminta Jokowi menjawab, tetapi tidak perlu membalas surat tersebut. Tasniem meminta siapa saja yang membaca suratnya dan mengenal Jokowi, agar menyampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu.
Berikut surat yang di-posting di akun Facebook Tasniem, Tasniem Fauziah:

"Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,

Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,

Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.

Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…

Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? 

Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”

Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?

Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?

Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"

Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"

Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?

Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"

Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"

Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
 

Nijmegen, 26 Juni 2014
 




Tasniem Fauzia